Suami BCL Ashraf Sinclair Meninggal Dunia Bio Nerve Turut Berduka “Resiko Serangan Jantung”

Suami BCL Ashraf Sinclair Meninggal Dunia Bio Nerve Turut Berduka “Resiko Serangan Jantung”

Bio Nerve || Bionerve.id (Turut Berduka). Dikabarkan dari berita katadata.co.id Suami BCL Ashraf Sinclair Meninggal Dunia. Akibat dari serangan jantung yang mendadak dialaminya. Tentunya kita semua kaget, termasuk dari kami sempat membaca beritanya. Meskipun kami belum membaca banyak tentang berita / kabar meninggalnya suami BCL (Bunga Citra Lestari), dari awal dapat infonya kami tentu mengejutkan, dan kami segera berbagi berita ini kepada teman-teman yang menjadi langganan artikel / update info website bio nerve.

Suami BCL Ashraf Sinclair dikenal sebagai aktor, ia merupakan partner di perusahaan modal ventura 500 Startup

Foto Ashraf Sinclair Aktor yang juga merupakan investor startup
Foto Ashraf Sinclair Aktor yang juga merupakan investor startup

Kabar meninggal suami Bunga Citra Lestari ini dikonfirmasi oleh sang manajer melalui akun instagram @paperdayz.

“Telah meninggal dunia, Ashraf Daniel Bin Muhamed Sinclair, suami dari Bunga Citra Lestari, pada Selasa 18 Februari 2020,” tulis akun tersebut.

Manajer Bunga Citra Lestari, Doddy juga mengkonfirmasi kabar tersebut. Ia menjelaskan, Ashraf meninggal dunia akibat serangan jantung pada pukul 04.51 di Rumah Sakit MMC Kuningan, Jakarta. “Iya, serangan jantung,” ujar Doddy, seperti dikutip dari Antara. Para artis juga beramai-ramai menyampaikan ucapan duka pada akun instagram resmi milik Ashraf. Dua di antaranya datang dari Luna Maya dan Dian Sastro.

“Semoga dipermudah semua urusannya, semoga dikuatkan keluarganya. Still can’t believe this happening,” tulis Dian Sastro dalam kolom komentar salah satu foto Ashraf.

Selain berprofesi sebagai aktor dan model, pria kelahiran Inggris ini juga merupakan angle investor. Ia bergabung dengan modal ventura asal Amerika Serikat 500 Startups pada 2017 lalu.

Ashraf bertugas membantu 500 Startups dalam mencari startup Indonesia yang mempunyai potensi dan layak mendapatkan pendanaan tahap awal dari dana investasi 500 Durians Fund II.

500 Startups telah menggelontorkan dana kepada sejumlah startup di Indonesia, di antaranya BukaLapak, Kudo, Brodo, Hijup, dan Kredivo.

Kenali Faktor risiko serangan jantung

1. Perokok aktif

Para ahli medis selalu mengingatkan bahwa menjadi seorang perokok aktif sangat berisiko terhadap berbagai penyakit di dalam tubuh, termasuk penyakit di jantung. “Dalam beberapa tahun terakhir, rokok menjadi faktor risiko terbesar penyakit kardiovaskular, terutama pada laki-laki,” ungkap Siska Suridana Danny SpJP(K) dari Perhimpunan Dokter Spesialis Kardiovaskular Indonesia, (26/7/2018). Sebuah jurnal yang diterbitkan National Center for Biotechnology Information (ncbi.nlm.nih.gov) pada 2016 menunjukkan, perokok laki-laki memiliki faktor risiko mencapai 64,9 persen terkena penyakit kardiovaskular. Para ahli menyebutkan, hanya dibutuhkan sebatang rokok sehari untuk membuat risiko seorang pria terkena penyakit jantung koroner naik 50 persen.

2. Penyakit jantung bawaan

Serangan jantung dapat terpadi pada siapa saja, tetapi risikonya sangat tinggi ketika genetika berperan. Risiko penyakit jantung bawaan ditentukan dengan kondisi saudara laki-laki tingkat pertama seperti ayah, saudara laki-laki, di bawah usia 55 tahun dengan riwayat serangan jantung atau stroke. Ini juga berawal dari saudara perempuan tingkat pertama seperti ibu, saudara perempuan atau anak perempuan di bawah usia 65 tahun dengan serangan jantung atau riwayat stroke. “Ketika kita berbicara tentang orang muda yang mengalami serangan jantung, penting untuk mendiskusikan secara individual berdasarkan faktor risiko,” kata Laffin.

3. Stres

Berdasarkaan data penelitian, orang berusia 22-39 tahu merupakan kelompok yang tingkat stresnya paling tinggi. Stres diketahui dapat memperburuk peradangan pada pembuluh daraha koroner, yang menyebabkan sumbatan pembuluh darah dan peningkatan tekanan darah. Penelitian di 52 negara menunjukkan, orang yang mengalami stres permanen di rumah atau kantor, berisiko dua kali lipat terkena serangan jantung.

4. Obesitas

Obesitas dan gaya hidup yang pasif atau menurunnya aktivitas fisik turut menyumbang risiko diabetes tiep 2, dan memicu serangan jantung pada seseorang. Kelebihan berat badan tersebut bisa menyebabkan kerja jantung makin berat. Lemak yang menumpuk di area perut juga akan melepaskan zat-zat kimia yang memicu terjadinya peradangan. Sehingga memicu timbunan pak di sekitar arteri sehingga sirkulasi darah tersumbat. Akibatnya adalah serangan jantung. Baca juga: Suami BCL Meninggal, Kenali Tanda Awal Kena Serangan Jantung

5. Mengidap Diabetes melitus tipe 2

Dari pemberitaan Kompas.com pada (28/4/2019), seorang ahli jantung, Luke Laffin, mengatakan bahwa salah satu faktor risiko besar serangan jantung di usia muda adalah karena meningkatnya penderita diabetes melitus tipe 2 di kalangan muda. Sementara, diabetes melitus tipe 2 ini bisa disebabkan pola makan yang keliru (alkohol) dan konsumsi makanan olahan yang terlalu tinggi kolesterol, dan kurangnya aktivitas fisik seperti berolahraga.

6. Hipertensi (tekanan darah tinggi)

Dari pemberitaan kompas.com (20/9/2019) bahwa pada hipertensi, yang terjadi yaitu darah memberi tekanan terlalu besar pada sistem kardiovaskular.

Lalu dinding pembuluh darah serta oto jantung bisa rusak dan menyebabkan serangan jantung termasuk komplikasi lainnya seperti gagal ginjal dan stroke.

Hal tersebut akan berbahaya karena serangan jantung dan stroke kerap terjadi di rumah, bukan di rumah sakit atau klinik. Serangan tersebut juga tidak bisa diprediksi. “Makanya banyak orang yang kena serangan jantung itu di pagi atau malam hari.

Karena tekanan darah pada pagi dan malam itu kondisi lebih tinggi,” ujar dr Tunggul Situmorang, konsultan ginjal dan hipertensi RS Cipto Mangunkusumo.

Tinggalkan Balasan

Alamat email anda tidak akan dipublikasikan. Required fields are marked *